Pameran properti bukan lagi sekadar ajang memamerkan brosur dan promo. Bagi beberapa orang, pameran properti mungkin tidak sering terlihat layaknya pameran dan show otomotif, tapi kini konsep pameran telah berevolusi menjadi kampanye besar yang menggabungkan unsur hiburan, edukasi, dan pengalaman interaktif. Fenomena ini terlihat jelas ketika rangkaian pameran properti Summarecon yang digelar di empat mal besar baru baru ini di tahun 2025 yang mampu membukukan penjualan lebih dari Rp1,8 triliun, dengan total 465 unit terjual dalam satu rangkaian acara. Angka ini bukan hanya menggambarkan seberapa besar dampak dari sebuah pameran properti, tetapi juga menjadi ajang pertunjukan kekuatan brand pengembang, tetapi juga arah baru pemasaran properti di Indonesia.
Bagaimana pameran tersebut bisa menghasilkan transaksi besar? Mengapa konsep pameran di mal semakin populer, serta apa manfaatnya bagi konsumen dan industri properti secara keseluruhan.
Transformasi Gaya Pameran Properti
Selama bertahun-tahun, pameran properti umumnya digelar di hotel atau ballroom besar. Formatnya cenderung baku: stan pengembang, brosur proyek, video presentasi, dan tim marketing yang menunggu calon pembeli datang. Namun, pameran properti yang digelar di empat mal ini menunjukkan cara unik dalam strategi pemasaran.
Alih-alih menunggu calon pembeli datang secara khusus ke venue pameran, pengembang memilih lokasi dengan trafik pengunjung yang sangat besar: mal Serpong, mal Bandung, mal Kelapa Gading, dan mal Bekasi. Strategi ini memadukan konsep low-barrier entry, di mana masyarakat tidak perlu bersiap datang ke pameran khusus, dengan pendekatan yang lebih unik. Pengunjung yang awalnya hanya mampir untuk berbelanja, menonton, atau makan dapat tertarik melihat produk properti dan fasilitas Summarecon yang dipamerkan.
Model pameran seperti ini memperluas jangkauan konsumen secara drastis. Orang yang awalnya tidak berniat membeli rumah bisa tertarik ketika melihat instalasi menarik, promo, atau testimoni penghuni.
Angka Penjualan Menggambarkan Kekuatan Pasar
Hasil yang dicapai tidak main-main. Dari pameran yang berlangsung mulai September hingga November, tercatat:
- 465 unit terjual
- Penjualan didominasi hunian: 401 unit
- Produk komersial terjual 64 unit
- Nilai transaksi menembus Rp1,8 triliun
Angka ini memberi dua sinyal besar. Pertama, minat masyarakat terhadap hunian masih sangat besar, meski kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian. Kedua, pameran yang dilakukan dengan strategi tepat benar-benar bisa menggerakkan pasar.
Penjualan hunian yang sangat dominan juga menunjukkan bahwa kebutuhan primer tetap menjadi fokus utama konsumen. Sementara unit komersial, seperti ruko dan kios, tetap memiliki pasar tersendiri, terutama bagi investor yang melihat potensi sewa jangka panjang.
Mengapa Pameran di Mal Begitu Efektif?
1. Trafik Pengunjung yang Besar dan Beragam
Semua orang suka bermain ke Mal, apalagi yang sudah berkelaurga, Mal adalah ruang publik modern yang paling sering dikunjungi masyarakat kelas menengah. Dengan rata-rata kunjungan harian yang tinggi, pameran otomatis mendapatkan eksposur besar. Ini berbeda dengan pameran yang digelar di hotel atau event hall yang membutuhkan niat khusus untuk hadir.
2. Pengalaman Interaktif
Pameran properti modern tidak hanya memamerkan maket atau brosur. Pengunjung bisa melihat contoh material premium, video promo, hingga simulasi interior yang membuat mereka lebih mudah membayangkan hunian yang akan dibeli.
Konsep ini meningkatkan keterlibatan dan membantu proses pengambilan keputusan.
3. Promosi yang Menarik dan Kompetitif
Dalam pameran di empat mal tersebut, pengunjung bisa mendapatkan berbagai penawaran, mulai dari hadiah langsung hingga grand prize mobil listrik, sepeda motor, logam mulia, dan gadget. Skema seperti ini membuat pengunjung merasa memiliki nilai tambah ketika bertransaksi. Pola seperti ini bahkan sangat menarik para ibu rumah tangga yang suka hadiah pada umumnya.
4. Kemudahan Akses Informasi
Tim marketing yang siap memberikan detail lengkap membuat pengunjung yang tertarik bisa langsung melakukan konsultasi tanpa menunggu janji temu. Dengan dukungan bank yang menyediakan simulasi di tempat, keputusan membeli bisa terjadi lebih cepat.
Peran Momentum dalam Strategi Pemasaran
Rangkaian pameran tersebut digelar sebagai bagian dari perayaan 50 tahun pengembang besar yang sudah lama dikenal di Indonesia. Tema perjalanan emas selama 50 tahun memberi narasi kuat untuk setiap rangkaian acara, sehingga bukan sekadar pameran, tetapi juga cerita panjang tentang perjalanan perusahaan, kualitas proyek, serta keberhasilannya membangun kota baru di berbagai wilayah.
Momentum ulang tahun seperti ini penting karena:
- Meningkatkan kepercayaan konsumen
- Memperkuat brand positioning
- Memberi alasan tambahan untuk menghadirkan promo spesial
- Menciptakan efek berita di media nasional
Dalam dunia pemasaran properti, narasi adalah elemen yang semakin penting. Konsumen tidak hanya membeli rumah, tetapi juga ingin tahu siapa pengembangnya, apa rekam jejaknya, dan bagaimana visi jangka panjangnya.
Tren Hunian Masih Mendominasi
Dari total 465 unit yang terjual, sekitar 86 persen merupakan hunian. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan rumah tetap menjadi prioritas utama masyarakat. Tingginya permintaan hunian disebabkan oleh beberapa faktor:
- Kenaikan kebutuhan ruang pascapandemi: Banyak orang ingin rumah yang lebih nyaman, dekat fasilitas, dan memiliki ruang kerja atau belajar.
- Fasilitas township modern: Proyek besar dengan konsep kota mandiri semakin diminati karena menghadirkan sekolah, rumah sakit, mal, hingga area hijau dalam satu kawasan.
- Skema KPR yang semakin kompetitif: Bank-bank memberikan program bunga rendah, uang muka ringan, hingga cicilan yang lebih fleksibel.Sementara itu, produk komersial seperti ruko dan kios tetap diminati investor yang mencari pemasukan sewa atau capital gain, meski permintaannya tidak sebesar hunian.
Apa Makna Angka Penjualan untuk Pasar Properti?
Angka ini memberikan gambaran penting bagi pasar properti Indonesia:
- Kepercayaan terhadap pengembang besar tetap tinggi.
- Format pameran modern di mal terbukti efektif menjangkau lebih banyak segmen konsumen.
- Optimisme pasar meningkat menuju 2026, karena penjualan besar dalam waktu singkat menunjukkan daya beli konsumen menengah masih kuat.
- Kawasan kota mandiri dengan fasilitas lengkap tetap menjadi incaran utama pembeli.
Apa Manfaatnya untuk Konsumen?
Lebih Mudah Membandingkan Banyak Proyek
Pengunjung bisa melihat berbagai tipe unit dari beberapa kawasan hanya dalam satu tempat. Ini mempermudah mereka membandingkan harga, lokasi, fasilitas, dan konsep hunian.
Mendapat Promo Eksklusif
Diskon, hadiah langsung, hingga program undian besar tidak selalu tersedia di luar pameran. Bagi calon pembeli yang sudah siap, pameran bisa menjadi momen terbaik untuk melakukan transaksi.
Konsultasi Cepat
Calon pembeli bisa langsung bertanya soal KPR, simulasi cicilan, hingga detail unit kepada tim marketing maupun pihak bank yang hadir. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih praktis.
Pengalaman yang Lebih Menyenangkan
Pameran di mal memudahkan keluarga untuk datang tanpa persiapan khusus. Sambil berbelanja dan makan bersama, mereka bisa sekaligus mencari informasi hunian yang sesuai kebutuhan.
Penutup: Masa Depan Pameran Properti di Indonesia
Keberhasilan pameran properti di empat mal besar dengan nilai transaksi lebih dari Rp1,8 triliun menjadi bukti bahwa industri ini masih punya daya tarik kuat. Dengan strategi pemasaran yang tepat, pengalaman interaktif yang menarik, dan momentum yang tepat, pameran properti bisa menjadi salah satu mesin penjualan paling efektif bagi pengembang.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, kombinasi antara pengalaman offline yang menarik serta akses informasi yang mudah akan menjadi kunci keberhasilan. Jika tren ini terus berlanjut, pameran properti di mal mungkin akan menjadi standar baru pemasaran properti Indonesia untuk tahun-tahun mendatang.
Jika Anda punya proyek properti, acara di Mal sangat bisa dipertimbangkan.